Total Pageviews

Painters and Decorators

Thursday, September 6, 2012






Painting and decorating is a fun and relatively inexpensive way to personalize your living environment. While there are many jobs that you can take on yourself, for the big ones you will need a painting contractor.


A painting contractor typically has years of experience and expertise that will add a professional touch to your project. While some people may scoff at the idea of needing a paint contractor for their home, it is often seen that hiring a professional to do the work ends up saving money in the long run. They usually have better equipment and more knowledge regarding paints that are available, and contractor pricing is much better than direct to consumer pricing on large quantities of paint. Painting contractors are surprisingly easy to find. A quick search on the internet will turn up thousands of site where freelance painters have posted resumes, examples of their work, and in some cases even customer feedback. Taking the time to find a painting contractor with consistent positive feedback will save you time and money once the project is underway. The sites that allow for customers to leave their own comments are best; because it is through their unbiased reviews you will get the most honest view of the painting contractor. Once you have settled on a painting contractor, it is time to negotiate the price. Have them print or write out a detailed bid that outlines the exact scope of the work that they are to complete, as well as the line item costs. Make sure they also include what they will be charging in terms of hourly wages or lump sum for labor. Many times they leave out the labor, and this provides a shocking surprise when the job is finally complete. There is always the potential for the price to go up a bit once the project is started, but make sure that it is priced in such a way that you understand how he will price incidental charges.The best thing that you can do to ensure a positive experience with a painting contractor is to prepare. Figure the exact scope of the project at hand. Measure the space that is going to be painted beforehand. The painters will generally need this information to give you a detailed bid. Go ahead and clear the space that is to be painted when showing the contractor. He will probably have drop cloths and such, but it is a good idea to go ahead and move out any breakables or valuables you are concerned might be damaged.


About the Author


This information has been provided by Paul Tinsley, who owns a small Painting and decorating company that supplies painters and decorators and well as painting contractors.



Use and distribution of this article is subject to our Publisher Guidelines

whereby the original author's information and copyright must be included.


GoArticles Interior Design Recent Articles

Via: Painters and Decorators

READ MORE - Painters and Decorators

Wanita Terseksi Dunia Buka-bukaan di Majalah Pria




Kelly Brook  





VIVAlife- Model dan juga artis Kelly Brook, menjadi sorotan karena pose-pose seksinya di Majalah FHM. Aksi berani Brook di kamera menghiasi cover dan halaman majalah khusus pria itu.

Dalam pemotretan itu, Brook memperlihatkan sisi nakalnya. Ia menanggalkan pakaiannya untuk berpose seksi. Foto-foto itu memperlihatkan Brook yang sedang bergaya di atas ranjang dan mengekspos keindahan tubuh artis berdarah Inggris ini. Di salah satu gambar, memperlihatkan Brook berpose hanya dengan mengenakan pakaian dalam. Rambut pirangnya dibiarkan tergerai.

Ia mengaku tidak masalah dengan berbagai pose yang memperlihatkan bagian tubuhnya itu. Ia bahkan mengaku sangat menikmatinya.

Tidak hanya 'membuka' tubuhnya untuk dinikmati pembaca majalah tersebut. Seperti dikutip dari Daily Mail, dalam sesi wawancaranya, Brook juga mengungkap sisi gelap dibalik pesona cerianya. Brook yang memerankan karakter femme fatale dalam komedi Keith Lemon: The Film, mengakui bahwa karakter tersebut tidak jauh dari kehidupan nyata yang dijalaninya.

"Saya dapat sedikit jahat dalam kehidupan nyata," kata Brook dalam wawancaranya.


Artis jebolan Got Talent 2009 ini, juga menceritakan rasa sedihnya karena dituduh sebagai wanita matrealistis atau mata duitan. Banyak tudingan miring terkait kegemarannya yang senang berburu pria kaya.

"Saya membayar tagihan saya sendiri, saya tidak pernah mengambil apa pun dari siapa pun. Saya tidak pernah menikah dengan pesepakbola. Aku tidak menikah dengan siapa saja, hanya karena uang," ucapnya.

Artis berusia 32 tahun ini, memang memiliki catatan yang panjang seputar hubungannya dengan lawan jenis. Sejumlah pria terkenal pernah dekat dengannya, seperti aktor Jason Statham dan Billy Zane.  (umi)



VIVAnews - SHOWBIZ

Via: Wanita Terseksi Dunia Buka-bukaan di Majalah Pria

READ MORE - Wanita Terseksi Dunia Buka-bukaan di Majalah Pria

Choi Siwon-SuJu Pewaris Pengusaha Kaya?




Choi Siwon (Reuters)





VIVAlife- Model sekaligus personel Super Junior (SuJu), Choi Siwon, ternyata lebih makmur daripada yang selama ini dilaporkan banyak media. Rekan-rekannya sesama personel SuJu, sempat membeberkan kekayaan Siwon dalam acara Radio Star. 



"Baru-baru ini ayah Siwon pindah ke perusahaan yang lebih besar. Sebelumnya beliau mengurus sebuah brand innerwear, namun kini ibu Siwon yang mengurusnya," kata Leeteuk yang juga anggota personel SuJu, seperti dimuat Soompi.com, Kamis, 6 September 2012.



Personel SuJu berusaha tidak membesar-besarkan fakta bahwa Siwon adalah pewaris kekayaan yang luar biasa besarnya. Mereka menghindari bersikap berlebihan seperti kebanyakan orang.



Leeteuk lantas membandingkan Siwon dengan Hyungsik, anggota boyband ZE:A yang disebut-sebut sebagai idola terkaya lantaran ayahnya adalah seorang petinggi perusahaan mobil asing. 



Meskipun Siwon nampak tidak sekaya Hyungsik, namun memiliki beberapa rumah atas namanya sendiri. "Dan itu bukan rumah keluarga Siwon, melainkan rumahnya sendiri. Hyungsik bukan apa-apa dibandingkan Siwon," kata Shindong personel SuJu lainnya, yang disambut tawa penonton.



VIVAnews - SHOWBIZ

Via: Choi Siwon-SuJu Pewaris Pengusaha Kaya?

READ MORE - Choi Siwon-SuJu Pewaris Pengusaha Kaya?

Wanita Cantik Ini Tersiksa karena Tom Cruise?





Nazanin Boniadi (Showbizspy)




Nazanin Boniadi (Showbizspy)





VIVAlife - Sebelum menikah dengan Katie Holmes, kabarnya Gereja Scientology pernah menyeleksi wanita untuk menjadi pendamping hidup aktor tersebut. Dari sejumlah wanita, akhirnya terpilihlah aktris Nazanin Boniadi. Namun, Tom mencampakkan aktris ini.

Tindakan Tom itu membuat hati Boniadi terluka. Perbuatan Tom itu, tak hanya membuatnya patah hati, tapi juga membawa beban dan siksaan dalam hidupnya. Lantaran, sejak ditinggal Tom setelah tiga bulan pacaran, Boniadi juga mendapat hukuman dari Gereja Scientology karena membeberkan hubungannya dengan Tom ke publik.

"Hidup Boniadi menderita setelah berpisah dengan Tom. Sebagian karena hukuman yang dialaminya. Ia dipaksa untuk membersihkan toilet dengan sikat gigi di Gereja Scientology di Florida dan juga tugas-tugas lainnya," kata sumber seperti dikutip dari Radar Online.

Sumber itu mengklaim, Boniadi bekerja di tempat tersebut selama 10 sampai dengan 15 jam sehari. Kabarnya, Boniadi memohon untuk dibebaskan dari hukuman itu karena tak sanggup menjalaninya. Kehidupan aktris yang pernah berperan dalam serial General Hospital, How I Met Your Mother ini menjadi hancur berantakan. Ia pun kabarnya menderita gangguan mental.

"Ibunya yang juga anggota gereja mengakui putrinya dalam kesulitan dan perlu segera mendapatkan perhatian untuk kesembuhan mentalnya. Ia berusaha menyelamatkan nyawa putrinya," ujar sumber tersebut.



VIVAnews - SHOWBIZ

Via: Wanita Cantik Ini Tersiksa karena Tom Cruise?

READ MORE - Wanita Cantik Ini Tersiksa karena Tom Cruise?

Ine Febriyanti: Teater Adalah Sekolah Saya





Ine Febriyanti dalam Repertoar Gandamayu (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)




Ine Febriyanti dalam Repertoar Gandamayu (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)





VIVAlife - Nama Ine Febriyanti mungkin tak banyak didengar anak muda zaman sekarang. Sebagai artis yang pernah eksis di tahun 1990-an, Ine memang tergolong cepat ‘mengundurkan diri’ dari layar kaca. Sejak 13 tahun lalu, ia justru sibuk mengasah kemampuan perannya di dunia teater. Kalaupun berurusan dengan film, ia memilih berperan di balik layar menjadi sutradara.

Wajah ayu perempuan kelahiran Semarang, 18 Februari 1976 itu mulai dikenal sejak ia menjadi cover girl Majalah Mode tahun 1992. Rekam jejaknya di bidang sinetron dan perfilman pun dimulai. Ine pernah membintangi sinetron Darah Biru bersama Sophan Sophiaan. Setelah itu, Ine juga ikut bermain dalam telesinema berjudul Siluet dan sinetron Dewi Selebriti. Di layar lebar, ia pernah berperan dalam sebuah film indie karya sutradara Aria Kusumadewa berjudul Beth.

Keterlibatannya dalam sebuah teater lakon Miss Julie karya dramawan Swedia, Johan August Strindberg di TMII, Jakarta, tahun 1999 lah yang menjadi tonggak peralihan minat Ine pada dunia teater. Sejak itu, ia lebih banyak memainkan lakon-lakon teater. Seperti menjadi Miss Kedjora dalam Opera Primadona, Kentut, dan Nyai Ontosoroh. Kemampuan aktingnya juga pernah membawa Ine terlibat dalam pementasan teater berjudul The Whale on The South Sea di Jepang.

Istri kamerawan Yudi Datau itu memang telah memutuskan, teater sebagai sarana mengeksplor potensi dirinya. “Di teater, saya dapat proses yang lebih lengkap dibanding disiplin yang lain. Dari nol sampai akhir, saya bisa menyerap atmosfer yang lengkap, dan itu bisa saya aplikasikan ketika membuat film. Teater itu sekolah saya,” tuturnya.

Ia memang menganggap teater sebagai ‘sekolah gratis’ saking banyaknya pelajaran yang bisa ia ambil dari kegiatan itu. Perempuan yang pernah dinobatkan sebagai Duta ASI dan Duta Peduli Kemanusiaan itu menyebut teater adalah ladang investasinya. “Investasi tidak selalu berupa uang. Di teater memang tidak dapat uang, tapi ilmu. Saya dapat banyak pelajaran dan kebahagiaan,” ungkapnya.

Ia bersyukur, keputusannya memilih dunia teater tidak pernah salah. Buktinya, selama ia bermain teater, ia tidak pernah menjumpai kursi penonton yang kosong meski lakon yang diperankannya bukan lakon populer. Baginya, sebuah bangsa yang menghargai teater, akan menjadi bangsa yang maju.


“Saya pernah ke Jepang, auditorium-nya selalu penuh dengan teater, penontonnya juga. Memang sebuah bangsa yang teaternya maju, bangsanya juga akan maju. Saya nggak tahu kenapa, tapi Jepang bisa jadi buktinya,” ia menegaskan.

Keseriusan Ine berteater, memang berdampak pada kematangannya menjalani hidup, termasuk menjadi sutradara seperti yang ia impikan. Dalam waktu dekat, ia mendapat beasiswa belajar menjadi sutradara handal dari Asian Film Academy Bussan, selama tiga minggu. Dari ratusan orang di Asia yang melamar, Ine terpilih menjadi salah satunya.


“Dari Indonesia hanya ada dua, dan saya adalah satu dari empat perempuan se-Asia yang terpilih. Total pesertanya 24 orang,” ujarnya bangga. Ia akan berangkat 27 Oktober mendatang ke Korea.

Passion Ine menyutradarai film memang terlihat dalam karya-karyanya, seperti film Cinderella, Tuhan pada Jam 10 Malam, dan Selamat Siang, Risa! yang menjadi salah satu bagian dari omnibus Kita vs Korupsi.

Dukungan Keluarga


Kesuksesan Ine melakoni obsesi demi obsesinya, memang tak lepas dari seratus persen dukungan keluarga. Ia bersyukur memiliki suami yang juga berkiprah di bidang seni, sehingga memahami ‘kegilaannya’. Sejak awal menikah dengan Yudi Datau pada 2003 lalu, ia bahkan telah membuat komitmen soal mengurus anak.


“Kami sepakat, saya tidak akan berhenti melakukan apapun yang saya lakukan. Kalau ibunya sedang tidak di rumah, bapaknya yang di rumah, dan sebaliknya. Jadi saling support,” beber Ine.

Dengan profesi ia dan suaminya yang sangat mencintai seni, perempuan pemilik tinggi 167 cm ini maklum saat ketiga anaknya mulai menunjukkan bakat mereka di bidang yang sama. Fa Aisha Nurra Datau, Zeyn Aabdullah Datau, dan Amanina Aliyya Datau, sering bermain-main dengan kamera atau tiba-tiba menjajal akting dengan mencontoh ibunya.

“Saya memang mengajak anak-anak nonton teater. Mereka selalu melihat saya latihan di pendopo rumah, jadi saya ajak mereka ke pertunjukan untuk membuktikan hasil dari yang mereka tonton setiap hari,” kata Ine.


Ia juga sering mengajak anak-anaknya menghadiri acara seni seperti pameran lukisan atau bahkan ke tempat-tempat yang memiliki suasana alam. “Saya mencoba tidak membolehkan mereka menonton televisi dan sinetron, karena bagi saya tidak baik,” imbuh pecinta alam pegunungan ini.

Selain membiasakan anak-anaknya mengenal dunia seni, ia juga kerapkali menerapkan kemandirian dalam diri ketiganya. Misalnya, pada anak sulungnya yang tampaknya tertarik bidang bisnis, ia selalu mengajarkan agar ia berusaha keras jika menginginkan sesuatu. Untuk membeli mainan contohnya, Aisha harus berjualan lebih dulu. Sedangkan pada si bungsu, Aliyya, Ine tidak pernah membelikan mainan, melainkan mencoba membuatnya secara kreatif dari kardus atau bahan-bahan lain. Demikian pula dengan anak tengahnya, yang mulai terbiasa memegang kamera.

“Saya tidak mengarahkan dan menjejali apa-apa pada mereka. Saya hanya ingin mereka jadi orang yang bermanfaat dan bertanggung jawab atas pilihan mereka. Saya menempa mereka dengan sesuatu yang bukan materi,” urai Ine mantap.



VIVAnews - SHOWBIZ

Via: Ine Febriyanti: Teater Adalah Sekolah Saya

READ MORE - Ine Febriyanti: Teater Adalah Sekolah Saya